Padang Savana Dieng yang terletak di Lembah Semurup (Kaki Gunung Pangonan) merupakan obyek wisata mengagumkan dengan memamerkan ciri khas bentang alam Dieng Plateau. Padang Savana ini mampu memikat hati bagi setiap pelancong yang menghampirinya dikala sedang rindu akan ketenangan dengan memandangi indahnya ciptaan Tuhan. Perjalanan singkat menuju Padang Savana Dieng akan membawa Anda semakin jauh dari cengkraman keramaian kota. Lembah dengan rumput semak keemasan dan kehijauan setinggi lutut menghantarkan langkah Anda untuk menyibak alam di kawasan Padang Savana Dieng.

Padang Savana Dieng disebut juga dengan Lembah Semurup. Semurup berarti summer up, tatkala musim kemarau tiba suhu udara di kawasan Padang Savana sangatlah ekstrim sehingga semak-semak hijau berubah warna menjadi coklat keemasan. Warga lokal sangat kesulitan menyebutkan istilah asing tersebut yaitu istilah Summer Up, sehingga mereka menyebutkan dengan lembah Semurup. Padang Savana Dieng adalah lembah luas berada pada tengah-tengah Gunung Pangonan, bentuknya menyerupai mangkuk raksasa seperti kapundan kawah besar. Konon Padang Savana Dieng merupakan sebuah bekas letusan vulkanik dahsyat di pegunungan Dieng dan kini kawah-kawah tersebut mati hingga menyisakan rerumputan semak indah yang terkadang berwarna coklat keemasan saat musim kemarau dan berwana hijau pupus ketika musim penghujan.

Menjelajah Padang Savana merupakan pilihan aktivitas menarik ketika sedang menghabiskan waktu liburan ke Dataran Tinggi Dieng. Tempat ini sangat cocok bagi Anda yang suka akan petualangan atau lintas alam bahkan pendakian. Untuk mencapai Padang Savana Dieng para wisatawan akan melakukan tracking terlebih dahulu. Ada beberapa jalur atau pos pendakian hingga ke padang keemasan dan kehijauan ini. Banyak spot objek yang bisa ditemukan di seputaran Padang Savana Dieng. Seluruh area Padang Savana akan memberikan pemandangan kontras, mulai dari semak berbukit berwarna coklat keemasan yang dikelilingi oleh pegunungan terselimuti pohon akasia. Pemandangan spektaikuler ini benar-benar akan menarik perhatian para wisatawan.

Tidak hanya menyaksikan bentang alam berupa savana Dieng saja, ditempat inilah para wisatawan bisa mendirikan tenda-tenda atau camping di bibir Gunung Pangonan menunggu sang fajar tiba yaitu Sunrise Dieng yang muncul dari sela-sela Gunung Sindoro dan sunset yang menghilang di dibalik Gunung Slamet. Dari bibir Gunung Pangonan wisatawan bisa menyaksikan seluruh area padang savana dari ketinggian tampak indah dan mempesona. Tidak hanya itu pemandangan spektakuler lainnya berupa areal pertanian, Telaga Merdada, Kawah Sikidang, pedesaan serta asap-asap aktivitas geothermal dapat juga Anda saksikan dari atas perbukitan yang mengitari area Padang Savana Dieng.

Padang Savana Dieng dapat dijangkau dari beberapa titik diantaranya dari pos pendakian di Desa Karangsari, Kecamatan Batur, Banjarnegara, kemudian jalur pendakian dari area Museum Kailasa, Jalur pendakian dari arah Telaga Merdada serta jalur pendakian yang dapat dilewati melalui area Kawah Sikidang. Lama pendakian dari jalur terpendek kurang lebih 20 menit dan jika mengikuti jalur terpanjang kurang lebih 2 jam perjalanan. Semua jalur pendakian menuju Padang Savana Dieng akan menyuguhkan pemandangan spektakuler dan beragam serta akan mengalihkan pikiran Anda dari kaki yang lelah. Padang Savana Dieng termasuk kedalam daftar tempat wisata memikat dan anti-mainstream di Dataran Tinggi Dieng serta patut dikunjungi tatkala menghabiskan waktu liburan Anda untuk benar-benar menikmati bentang alam yang masih alami dengan menyuguhkan panorama alam berbeda.